Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TEORI AKUTANSI (SMESTER V)

      A.   STANDAR AKUTANSI
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa untuk menyediakan data kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi yag sesuai dengan prnsio akuntansi dalam memilih alternatif dari suatu keadaan. merupakan pedoman umum penyusunan laporan keuangan yang merupakan pernyataan resmi tentang masalah akuntansi tertentu yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang dan berlaku dalam lingkungan  tertentu. biasanya berisi tentang definisi, pengukuran/penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen laporan keuangan.
·     Standar akuntansi biasanya terdiri atas 3 bagian (Baxter, 1979) :
1.      deskripsi tentang masalah yang dihadapi
2.      diskusi logis cara pemecahan masalah
3.      dalam kaitannya dengan keputusan teori, diajukan suatu solusi

B.    SIFAT STANDAR AKUNTANSI
a.     Elemen Standar
1.      Uraian mengenai masalah yang akan dipecahkan
2.      Pembahasan logis (reasoned discussion) termasuk pendalaman teori yang mendasarinya; atau cara pemecahan masalah.
3.      Resep pemecahan (prescribed solution) sesuai kesimpulan atau teori.
b.     Jenis-jenis Standar
Type  1: standar yang menjelaskan hal yang dibuat dengan cara mendisclose          metode dan asumsi (accounting policy) yang  dianut perusahaan.
Type   2:   standar yang bertujuan menyeragamkan penyajian accounting staement
Type 3: standar yang menghendaki pengungkapan masalah spesifik yang memerlukan judgment pemakai
Type 4:  standar yang mengharuskan pembuatan kesimpulan dari penalaran implisit atau eksplisit mengenai penilaian aset atau penentuan income.

c.     Alasan Penetapan Standar
1.      Memberikan informasi mengenai posisi keuangan, performance dan perilaku (conduct) suatu perusahaan
2.      Menyajikan pedoman dan aturan main yang memungkinkan CPA menerapkan due care dan independensi alam melakukan audit
3.      Memberikan data esential kepada pemerintah berkaitan dengan perpajakan, pengaturan industry, perencanaan dan pengarahan ekonomi dan peningkatan tujan efediensi ekonomis dan sosial
4.      Mengerahkan minat dari semua pihak yang berkepentingan khususnya mengenai prinsip-prinsip dan teori dalam disiplin akuntansi.

C.  TEKNIK PENYUSUNAN STANDAR
·         Berikut adalah tahap – tahap dalam menyusun standar akuntansi (Suwardjono,2006:109):
a.     Evaluasi masalah pada tahap awal
b.     Mengadakan riset dan analisis
c.     Menyusun dan mendistributifkan memorandum diskusi (discussion memorandum) kepada setiap pihak yang berkepentingan
d.     Mengadakan Dengar Pendapat Umum (public hearing)
e.     Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik atas memorandum diskusi
f.        Menerbitkan draft awal standar yang telah diusulkan
g.     Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan tertulis
h.     Memutuskan (keputusan penerbitan)
i.         Menerbitkan (penerbitan pernyataan)

D.   PENDEKATAN DALAM PENENTUAN STANDAR
a.     Pendekatan Pasar Bebas
dilandasi asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan komoditi ekonomi serupa barang/jasa lain. atas dasar asumsi tersebut, jumlah informasi akuntansi yang disajikan akan dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran. permintaan muncul dari pemakai yang berkepentingan, sedangkan penawaran dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk laporan keuangan.Pihak yang terlibat :
v  permintaan = pihak yang menggunakan laporan keuangan
v  penawaran = pihak yang membuat laporan keuangan
b.     Pendekatan Regulasi
adanya berbagai krisis dalam penentuan standar mendorong munculnya kebijakan regulasi akuntansi. permintaan terhadap kebijakan atau standar didorong oleh krisis yang muncul, pihak penentu standar akuntansi menanggapi dengancar menyediakan kebijakan tersebut. kebijakan tersebut lebih menitikberatkan pada kepentingan regulator/pemerintah sebagai penguasa.Pihak yang terlibat :
v  permintaan = pihak yang menggunakan laporan keuangan
v  penawaran = pihak yang membuat laporan keuangan
v  regulator = pemerintah




E.    TUJUAN STANDAR SETTING
Penetapan standar merupakan suatu masalah pengambilan keputusan yang memenangkan satu atau mengabaikan pihak lain. Hal ini memaksa pembuatan standar melalui suatu proses politis sehingga dapat mengakomodir semua pihak. Dua pendekatan yang menyangkut pembuatan accounting policies adalah:

1.      Representational Faithfulnes Approach
Mendukung pelaporan yang netral serta mengejar faithfull representational melalui proses penetapan standar. Akuntansi dianalogkan sebagai pembuatan peta keuangan (financial map-making) peta tersebut harus akurat dan benar (faithfull).
Jika pendekatan ini digunakan, policy maker berarti harus memberikan informasi yang membantu (facilitate) user membuat keputusan. Artinya, jika informasi yang disediakan faithfull dan dipilih berdasarkan kebutuhan user, maka user secara praktis bertindak seperti decision maker.
2.      Economic Consequences Approach
Mendukung pengadopsian standar yang mempunyai konsekuensi ekonomis yang menguntungkan (good). Standar diberlakukan jika mempunyai dampak positif. Atau paling tidak bukan negatif, bagi kesejahteraan sosial.
Jika pendekatan ini digunakan, polici maker berarti memberikan signal informasi yang mengarah pada keputusan pengguna informasi. Artinya policy maker secara praktis bertindak seperti decision maker.



F. OVERLOAD STANDAR AKUNTANSI
·         kondisi yang mencerminkan adanya overload antara lain (Belkaoui, 1993) :
1.      terlalu banyak standar
2.      standar yang terlalu rinci
3.      tidakada standar yang berjenjang, sehingga pilihan sulit dilakukan
4.      standar akuntansi bertujuan umum gagal membedakan kebutuhan penyusun, pemakai dan akuntan publik
5.      standar akuntansi berterima umum gagal membedakan antara :
v  entitas public dan non public
v  laporan keuangan tahuna dan interm
v  perusahaan besar dan kecil
v  laporan keuangan auditan dan non auditan

·         factor-faktor yang menyebabkan timbulnya overload standar akuntansi:
1.      dengan munculnya berbagai pertanyaan tentang apa yang harus diungkapkan dan yang tidak perlu diungkapkan, akuntan mulai mengeluarkan begitu banyak standar yang cenderung mengabaikan pertimbangan dan mengurangi permasalahan yang melibatkan prinsip akuntansi
2.      alasan untuk melindungi kepentingan public dan membantu investor menghasilkan berbagai regulasi dan pengungkapan professional dan pemerintahan
3.      keinginan untuk memuaskan kebutuhan berbagai pemakai yang memerlukan standar yang lebih rinci


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Proses Input Menjadi Output Barang dan Jasa

MANAJEMEN OPERASIONAL

Proses Input Menjadi Output Barang dan Jasa
Ada tiga bidang fungsional utama dalam manajemen bisnis yaitu keuangan, pemasaran dan produksi atau operasi. Manajemen operasi meliputi desain, pengendalian dan perbaikan proses bisnis. Konsep-konsep dasar proses bisnis perlu dipahami untuk meningkatkan kinerja dari proses bisnis itu sendiri. Proses adalah teknologi inti dari semua organisasi untuk memproduksi dan menyediakan produk yang memuaskan pelanggan. Proses juga melibatkan perubahan input menjadi output dengan sarana sumberdaya, terutama modal dan tenaga kerja, untuk menjalankan serangkaian pekerjaan yang saling terkait.
Gambaran Proses
Pada perusahaan apapun, inti dari manajemen produksi adalah bagaimana gambaran dari suatu proses yang mengubah input menjadi output.  Untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja sebuah proses maka harus menguji transformasi input menjadi output. Berikut ini merupakan lima elemen dari sebuah proses.
a.       Input dan Output
Input dan output dari sebuah perusahaan membentuk interaksi dengan lingkungannya. Input mengacu kepada segala hal, maujud dan tidak maujud, yang “mengalir” kedalam proses dari lingkungan seperti bahan mentah, bagian komponen, energi, data dan pelanggan yang membutuhkan layanan.  Baja, ban dan bagian-bagian lain adalah contoh input dari lingkungan kedalam sebuah pabrik perakitan mobil.  Output adalah segala hal, maujud dan tidak maujud, yang mengalir dari proses kembali lagi ke lingkungan, seperti produk jadi, informasi yang sudah diproses, bahan, energi, uang tunai atau pelanggan yang merasa puas.  Sebagai contoh, mobil keluar sebagai output dari sebuah pabrik perakitan ke lingkungan. 
Manakala input mengalir melewati proses, maka ia diubah dan keluar sebagai output.  Sebagai contoh, bahan-bahan mentah mengalir melewati sebuah proses manufakturing dan keluar sebagai barang jadi.  Demikian pula halnya, data mengalir melewati sebuah proses akunting dan keluar sebagai laporan keuangan, dan faktur dalam dolar (piutang) mengalir melalui sebuah proses pembuatan tagihan dan penagihan dan keluar sebagai piutang yang tertagih (tunai).
b.      Unit-Unit Aliran
Elemen kedua dalam menyusun sebuah gambaran proses adalah mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai unit-unit aliran yang sedang dianalisis.  Tergantung pada prosesnya, unit aliran bisa saja berupa sebuah unit input (seperti pesanan pelanggan) atau sebuah unit output (seperti produk jadi).  Unit aliran bisa juga berupa nilai finansial dari input ataupun output.  Penentuan unit-unit aliran apa saja yang ada sangatlah penting dalam analisis proses dan evaluasi kinerja. Tabel 1.1. mencantumkan beberapa proses bisnis generik dan mengidentifikasi unit-unit aliran yang bergerak meleewati transformasi input-output.

Gambar 1.1. Gambaran Proses Sebuah Organisasi (kotak hitam)
 








Tabel 1.1. Contoh-contoh Proses Bisnis Generik
Proses
Unit Aliran
Transformasi Input-Output
Pemenuhan pesanan
Pesanan
Dari diterimanya pesanan sampai pengiriman produk
Produksi
Produk
Dari diterimanya bahan-bahan sampai selesainya produk jadi
Logistik keluar
Produk
Dari berakhirnya produksi sampai pengiriman produk ke pelanggan
Pengapalan
Produk
Dari pengapalan produk sampai pengiriman ke pelanggan
Siklus persediaan
Persediaan
Dari diterbitkannya pesanan pembelian sampai diterimanya persediaan
Layanan pelanggan
Pelanggan
Dari tibanya pelanggan sampai keberangkatannya
Pengembangan produk baru
Proyek
Dari diakui adanya kebutuhan sampai peluncuran produk
Siklus kas
Kas
Dari pembelajaan dana (biaya) sampai terkumpulnya pendapatan

c.       Jejaring Aktivitas dan Penyangga. 
Elemen ketiga yang harus dipertimbangkan dalam gambaran proses adalah dengan menggambarkan sebuah proses sebagai sebuah jejaring aktivitas dan penyangga.
Aktivitas adalah bentuk paling sederhana dari transformasi. Aktivitas merupakan komponen sebuah proses.  Meskipun aktivitas itu sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah proses kecil, akan tetapi untuk tujuan evaluasi dan perbaikan proses, maka tidak perlu mengkaitkan dengan rincian dari aktivitas tertentu. Suatu gambaran besar mengenai aktivitas sudah mencukupi. Sebagai contoh, pada saat mempelajari rantai persediaan (supply chain), sebuah proses antar organisasi yang mencakup pemasok, produsen, distributor, dan peritel, maka cukup mengkaji masing-masing organisasi sebagai satu aktivitas dari pada mengkaji seluruh aktivitas yang terjadi di masing-masing organisasi.  Namun sebaliknya, pada saat mempelajari masing-masing organisasi secara lebih lengkap, maka harus mempelajari proses transformasi secara seksama atas aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan.  Pada tingkat ini, maka akan diamati aktivitas-aktivitas semacam las-titik lempengan baja menjadi sasis mobil, pemeriksaan-masuk penumpang di terminal bandara, memasukkan data biaya dalam sistem informasi akunting, dan menerima transfer dana secara elektronik di unit-unit penagihan.
Penyangga merupakan ‘tempat’ menyimpan unit-unit aliran yang telah selesai dengan satu aktivitas tetapi sedang menunggu untuk memulai aktivitas selanjutnya. Sebagai contoh, seorang pasien yang telah mendaftar akan menunggu di sebuah penyangga untuk bertemu dengan dokter di unit gawat darurat (UGD).  Mobil-mobil yang telah dicat menunggu di sebuah penyangga sebelum masuk ke lini perakitan. Untuk barang-barang fisik, penyangga sering berhubungan dengan lokasi fisik dimana barang-barang itu disimpan.  Namun, sebuah proses juga bisa mempunyai penyangga, yang tidak berhubungan dengan lokasi fisik apapun, seperti sekumpulan pesanan pelanggan yang menunggu untuk diproses.  Penyimpanan dalam sebuah penyangga bisa dianggap sebagai sebuah aktivitas khusus yang mengubah dimensi waktu suatu unit aliran dengan cara memperlambatnya.  Dalam proses bisnis, penyimpanan itu disebut inventori – jumlah keseluruhan unit aliran yang ada didalam batas-batas proses.  Jumlah inventori dalam sistem merupakan ukuran kinerja yang penting.
Jejaring aktivitas dan penyangga menggambarkan bagaimana aktivitas-aktivitas proses bertautan sedemikian rupa sehingga output dari satu kegiatan menjadi input dalam kagiatan yang lain.  Jejaring ini menggambarkan hubungan presedensi tertentu antar aktivitas – hubungan sekuensial yang menentukan aktivitas mana yang harus diselesaikan sebelum aktivitas lain bisa dimulai. Hubungan presedensi dalam sebuah struktur jejaring sangat mempengaruhi kinerja waktu dari proses. Pada perusahaan yang multiproduk dalam memproduksi tiap produk akan mensyaratkan aktivitas-aktivitas dengan sekumpulan hubungan presedensi tertentu. Dengan demikian, masing-masing jejaring aktivitas bisa mempunyai banyak “rute” dan masing-masing menunjukkan hubungan presedensi untuk suatu produk tertentu.
Gambar 1.2. memperlihatkan sebuah proses sebagai sebuah jejaring aktivitas dan penyangga serta rute-rute atau hubungan presedensi diantara mereka.
d.      Sumber Daya
Elemen keempat dari gambaran proses terdiri atas sumber-sumberdaya organisasi.  Dari sudut pandang operasi, sumber daya adalah aset maujud yang biasanya dibagi menjadi dua kategori:
-          Modal, aset tetap seperti tanah, bangunan, fasilitas, peralatan, mesin dan sistem informasi
-          Tenaga Kerja, orang seperti teknisi, operator, perwakilan layanan pelanggan, dan staff penjualan
Sumber daya memfasilitasi transformasi input menjadi output selama dalam proses.  Sebagian aktivitas mensyaratkan beragam sumber daya. Sebuah kegiatan pengelasan, misalnya, mensyaratkan seorang pekerja dan sebuah alat pengelas. Selain itu sebagian sumber daya bisa menjalankan beragam aktivitas, dimana pekerja tidak hanya bisa mengelas tetapi juga mengebor. 


e.       Struktur Informasi
Elemen kelima dari gambaran proses sebuah organisasi adalah sistem informasi-nya, yang menunjukkan informasi apa yang dibutuhkan dan tersedia untuk menjalankan aktivitas atau membuat keputusan-keputusan menajerial.
Berdasarkan penjelasan atas kelima elemen di atas, maka proses bisnis sebagai sebuah jejaring aktivitas yang dilaksanakan oleh sumber-sumber daya yang mengubah input menjadi output. Manajemen aliran proses adalah sekumpulan kebijakan menajerial yang menentukan bagaimana sebuah proses seharusnya dijalankan dari waktu ke waktu dan sumber-sumber daya mana yang seharusnya dialokasikan dari waktu ke waktu aktivitas.  Inilah gambaran proses dari organisasi-organisasi yang akan menjadi basis untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja organisasi. 
Gambaran proses dapat menjelaskan sebuah proses manufakturing yang mengubah bahan-bahan mentah menjadi produk jadi, demikian pula layanan yang dijalankan oleh departemen piutang, tim desain produk, perusahaan persewaan komputer, dan salon rambut.  Gambaran proses juga merupakan perangkat yang tepat untuk menggambarkan proses-proses lintas fungsi di dalam sebuah organisasi, termasuk produksi, pembiayaan dan fungsi-fungsi yang terkait dengan pemasaran serta hubungan dengan pemasok.  Dengan menyertakan penyangga, maka dapat dibuat suatu pengalihan atau pertemuan (interfaces) antara orang-orang atau aktivitas-aktivitas yang beragam.  Selain itu, gambaran proses dapat diambil pada tingkat yang sangat luas, seperti pada rantai persediaan, atau pada tingkat yang sangat mikro, seperti pada sebuah stasiun kerja di sebuah pabrik. Gambaran proses organisasi merupakan perangkat utama untuk tujuan berikut :
1.      Mengevaluasi proses
2.      Mempelajari cara-cara dimana proses dapat didesain, disusun kembali, dan dikelola untuk meningkatkan kinerja.



Gambar 1.2. Sebuah Proses sebagai Jejaring Aktivitas dan Penyangga












Ukuran Kinerja
Bahan pertimbangan yang digunakan untuk menentukan efektivitas sebuah proses adalah sebagai berikut:
1.      Evaluasi dan pengukuran kinerja perusahaan pada saat ini dan pada waktu yang lampau.
2.      Tujuan pada masa mendatang sebagaimana dinyatakan dalam strategi perusahaan
Dalam rangka mengakses dan meningkatkan kinerja sebuah proses bisnis, maka harus dilakukan pengukuran atas hal-hal yang bisa dikuantitatifkan. 
Proses dan Kompetensi Proses
Proses akan menghasilkan produk dengan cara mengubah input menjadi output dengan sumber daya berupa modal dan tenaga kerja. Proses memproduksi barang biasanya disebut manufakturing atau operasi produksi. Proses yang mengantarkan jasa atau layanan disebut operasi jasa.  Proses bisnis yang mendesain, memproduksi, dan mengantarkan barang dan jasa dapat disebut sebagai operasi.  Banyak operasi jasa, seperti rumah sakit, membutuhkan kehadiran pelanggan secara fisik yang menjalani atau ikut serta dalam prosesnya. Hal ini memperkenalkan adanya variabilitas dari satu pelanggan ke pelanggan berikutnya dan mempertinggi pentingnya faktor-faktor semacam daya tarik lingkungan proses dan keramahan tenaga kerja. Penetapan ukuran-ukuran internal yang efektif bagi kinerja untuk operasi jasa sangat sulit, karena jasa melibatkan interaksi yang signifikan dengan pelanggan dan seringkali diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan. Sehingga sulit juga untuk mengidentifikasi ukuran-ukuran internal yang sering menjadi indikator utama kepuasan pelanggan.
Kompetensi proses suatu proses produksi meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.      Biaya Proses, adalah total biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi dan mengirimkan output.  Termasuk didalamnya adalah biaya bahan mentah, biaya tetap dan biaya-biaya variabel untuk menjalankan proses. 
2.      Waktu aliran proses, adalah total waktu yang dibutuhkan untuk mengubah unit aliran dari input menjadi output.  Termasuk didalamnya adalah mengubah waktu proses aktual dan waktu tunggu yang dihabiskan sebuah unit aliran di penyangga-penyangga.  Waktu aliran proses tergantung pada jumlah unit sumber daya serta kecepatan pemrosesan.
3.      Fleksibilitas proses, yang mengukur kemampuan proses untuk memproduksi dan mengirimkan keragaman produk yang diinginkan.  Fleksibilitas proses tergantung pada fleksibilitas sumber dayanya. Sumber daya fleksibel (seperti teknologi yang fleksibel dan pekerja yang terlatih di banyak bidang) dapat menjalankan berbagai macam aktivitas dan seringkali menghasilkan beragam produk.  Sebaliknya, sumber daya yang bersifat khusus hanya akan dapat menjalankan aktivitas yang sangat terbatas atau dirancang untuk satu produk saja. Dimensi lain dari fleksibilitas proses adalah kemampuannya menghadapi permintaan yang berfluktuasi.  Sebuah pabrik baja tidak bisa begitu saja mengubah jumlah baja yang ia produksi.  Sebaliknya sebuah bengkel mobil lebih mudah mengubah jumlah mobil yang diperbaikinya setiap hari.
4.      Kualitas proses mengacu pada kemampuan proses untuk memproduksi dan mengirimkan produk-produk yang berkualitas.  Termasuk didalamnya adalah akurasi proses (presisi), kesesuaian dengan spesifikasi desain, keandalan proses, dan keterawatan.

Arsitektur Proses: Job Shop versus Flow Shop
Arsitektur proses didefinisikan menurut jenis-jenis sumber daya yang digunakan untuk menjalankan aktivitas dan tata letak mereka secara fisik dalam jejaring pemrosesan.  Pabrik perakitan mobil mempunyai arsitektur proses dengan sumber daya yang terspesialisasi yang tata letaknya berupa urutan kaku yang lazim bagi semua mobil yang diproduksi.  Sebaliknya sebuah toko sepatu dan tas mempunyai arsitektur proses yang menggunakan sumber daya yang fleksibel untuk menggarap berbagai macam produk, masing-masing dengan urutan aliran yang berbeda.  Kompetensi sangat dipengaruhi oleh arsitektur proses.
Job Shop
Job shop menggunakan sumber daya fleksibel untuk memproduksi produk yang sangat beragam sesuai permintaan pelanggan dengan volume yang rendah. Yang termasuk job shop diantaranya toko roti buatan tangan, toko sepatu dan tas, perusahaan konsultan manajemen, kantor pengacara, serta perusahaan arsitektur dan desain. Job shop menggunakan sumber daya multiguna yang dapat menjalankan berbagai macam kegiatan dan menempatkan sumber daya yang serupa secara berdekatan. 
Desain ini disebut tata letak fungsional atau tata letak proses karena mengelompokkan sumber-sumber daya organisasi berdasarkan aktivitas pemrosesan atau “fungsi” di dalam “departemen”. Sebagai contoh, sebuah proses manufakturing job shop akan mengelompokkan semua mesin pres-nya di departemen pengecapan dan semua mesin gilingnya di departemen penggilingan. Sebuah job shop biasanya mempunyai banyak produk yang melewati proses secara bersamaan, masing-masing dengan rutenya sendiri-sendiri.  Oleh karena itu, seringkali lebih praktis menggambarkan sebuah job shop sebagai jejaring sumber daya ketimbang jejaring aktivitas. 
Dalam sebuah jejaring sumber daya, kotak-kotak persegi empat menggambarkan sumber-sumber daya, yang dikelompokkan kedalam departemen-departemen (misalnya departemen rontgent, departemen utang dagang, atau departemen pengecapan) ketimbang aktivitas.  Bagan aliran di sebelah kiri pada Gambar 1.3 memperlihatkan sebuah contoh tata letak fungsional sebuah proses dengan empat kelompok sumber daya (yang diberi label A, B, C dan D) yang memproduksi dua produk.  Sumber daya A,D dan B menjalankan aktivitas produk 1, sedangkan produk 2 membutuhkan sumber daya C, B dan A. Kumpulan aktivitas untuk masing-masing produk kini ditugaskan ke sumber-sumber daya yang mempunyai rute yang menggambarkan hubungan presedensi sebagaimana sebelumnya.
Karena urutan aktivitas yang diperlukan untuk memproses masing-masing produk (rute) bervariasi dari satu tugas ke tugas berikutnya, job shop biasanya menampilkan aliran-aliran kerja yang campur aduk dengan jumlah penyimpanan yang besar dan waktu tunggu yang lama antar aktivitas. Untuk mengarahkan aliran kerja, job shop biasanya menggunakan sistem informasi yang sangat terstruktur.

Flow Shop
Flow shop menggunakan sumber-sumber daya yang terspesialisasi yang menjalankan tugas terbatas namun melakukannya dengan presisi dan kecepatan tinggi.  Hasilnya adalah produk standar yang diproduksi dalam jumlah besar. Sumber daya yang terspesialisasi dan keahlian yang dikembangkan oleh para pekerja melalui pengulangan, maka kualitas cenderung lebih konsisten. Meskipun kapasitas pemrosesan yang tinggi dibutuhkan untuk memproduksi dalam jumlah besar akan memerlukan biaya tetap yang tinggi juga untuk pabrik dan peralatan, tetapi biaya-biaya ini tersebar pada volume yang lebih besar, sehingga menjadikan biaya variabel pemrosesan yang rendah yang menjadi ciri dari skala ekonomis. 
Sumber daya diatur sesuai dengan urutan aktivitas yang diperlukan untuk memproduksi suatu produk tertentu, dan digunakan ruang penyimpanan yang terbatas di sela-sela aktivitas.  Karena lokasi sumber daya ditentukan oleh persyaratan pemrosesan produk, tata letak jejaring yang dihasilkan disebut tata letak produk. Bagan aliran di sebelah kanan pada Gambar 1.3 memperlihatkan proses dua produk yang sekarang ada di tata letak produk.  Masing-masing produk kini diproduksi pada “lini produksi”-nya sendiri-sendiri dengan sumber daya yang dicurahkan untuk produk.  Perhatikan bahwa mengalirkan sumber daya ke sebuah produk mungkin mengharuskan adanya duplikasi (dan investasi) berupa kelompok sumber daya, seperti untuk sumber daya A dan B pada Gambar 1.3.  Sisi positifnya, pembatasan keragaman produk memungkinkan adanya spesialisasi sumber daya. Oleh karena itu, flow shop biasanya mempunyai aliran proses yang lebih singkat dibanding job shop.
Proses produksi pada umumnya berada dalam spektrum diantara titik proses di atas.  Pada tahap-tahap awal daur hidup sebuah produk, misalnya, karena volumenya rendah dan tidak tentu, maka investasi modal yang tinggi berupa sumber daya yang terspesialisasi tidak bisa dihindari.  Akibatnya, job shop sering menjadi proses yang tepat.  Namun, pada saat produk memasuki fase dewasa, volume produksinya meningkat dan konsistensi produk, biaya dan waktu tanggap menjadi sangat menentukan.  Flow shop kemudian menjadi arsitektur proses yang lebih tepat.  Pada akhir daur hidup produk, volumenya turun, dan barangkali hanya diperlukan penggantian, sehingga job shop menjadi lebih menarik.
Gambar 1.3 Tata Letak fungsional (kiri) versus Tata Letak Produk (kanan)





Desain, Perencanaan, Pengendalian, dan Perbaikan Proses
Dalam desain proses, para manajer memilih arsitektur proses yang paling baik dalam mengembangkan kompetensi-kompetensi yang akan memenuhi harapan pelanggan.  Keputusan desain proses meliputi lokasi dan kapasitas pabrik, produk dan desain proses, pilihan sumberdaya dan investasi (modal/teknologi dan tenaga kerja), dan skala operasi.  Contoh, Toyota mempunyai pabrik di sebagian besar pasar utama yang memproduksi Corolla dengan menggunakan proses aliran lini.  Hal ini memungkinkan Toyota menyediakan Corolla dalam jumlah besar secara cepat dan biaya rendah tetapi dengan jumlah keragaman yang terbatas.  Sebaliknya, Ferrari membuat semua mobilnya di Italia dengan menggunakan lebih banyak job shop.  Meskipun dibutuhkan waktu lebih lama untuk memproduksi sebuah mobil (yang sangat mahal), Ferrari mampu mengakomodasi kadar penyesuaian yang tinggi.  Karena volume penjualannya kecil, sebuah pabrik saja memungkinkan Ferrari mencapai skala ekonomi relatif dibanding memiliki pabrik di setiap pasar utama.
Perencanaan proses adalah mengidentifikasi ukuran-ukuran internal yang melacak kompetensi proses dan menentukan kebijakan manajerial yang memastikan kompetensi proses pada dimensi yang diharapkan. Kebijakan manajerial akan menentukan operasi proses dan pemanfaatan sumber daya dari waktu ke waktu untuk memenuhi permintaan pelanggan.  Di sebuah toko ritel, kebijakan manajerial menentukan berapa banyak unit dari tiap produk harus di stok dan kapan penambahan harus dipesan. Pada sebuah call center, kebijakan manajerial menentukan jumlah petugas layanan pelanggan yang harus tersedia menurut hari dalam seminggu dan menurut waktu dalam sehari.
Pengendalian proses merupakan aspek manajemen proses yang terfokus pada upaya secara kontinu untuk memastikan bahwa dalam jangka pendek kinerja proses riil sesuai dengan kinerja yang direncanakan.  Sasarannya adalah memastikan bahwa kinerja proses riil senantiasa sesuai dengan kinerja yang direncanakan.  Memastikan kesesuaian berarti memantau kinerja riil dari waktu ke waktu, membandingkannya dengan kinerja yang direncanakan, dan mengambil tindakan koreksi pada saat terjadi penyimpangan.  Termasuk dalam keputusan pengendalian adalah memantau dan mengoreksi biaya produk, kinerja pengiriman, waktu tunggu pelanggan, tingkat inventori, dan cacat kualitas.
Untuk perbaikan proses, para manajer mengidentifikasi ukuran-ukuran internal yang perlu diperbaiki untuk jangka panjang dan menggarap perubahan desain proses atau perencanaan proses yang dibutuhkan untuk mencapai perbaikan ini.  Sebagai contoh, Toyota telah mengidentifikasi pentingnya para pemasok lebih fleksibel, beroperasi dengan inventori yang lebih rendah, dan mampu mananggapi pesanan Toyota secara cepat.  Toyota bekerja sama dengan para pemasoknya untuk mengurangi waktu-waktu peralihan di semua lini produksi dan mendeteksi cacat segera setelah diperkenalkan.  Perubahan-perubahan proses ini menaikkan kinerja dalam hal fleksibilitas, inventori, dan waktu.


Referensi : share.its.ac.id/mod/resource/view.php?id=1515

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pandangan tentang tujuan hidup

Semakin hari semakin terlihat jelas tujuan hidup, tujuan bekerja, tujuan mencari ilmu dan tujuan-tujuan lain..

ya menurut gue klo hidup hanya sekedar nyari makan. buat apa?? buat apa hidup klo memang tujuan hidup sesederhana itu..
Orang2 bener, pinter, orang2 ngerti agama bilang yaa tujuan hidup mencari dan mendapatkan Rido Allah swt, tuhan semesta alam, dengan cara banyak..berbuat baik, memberikan berkat buat orang lain yaa manafaat lah buat lingkungan buat sekittarnya..
memang bener tujuan hidup itu yaa seperti itu, menurut gue lho.. yaa dipikir2 klo hidup cuma sekedar mencari harta, jabatan, pangkat ,.kesenangan, duniawi, ini itu dsb yaa ga ada habisnya..itu semua menyenangkan dan menjerumuskan..dan paling penting itu semua gak abadi.
Sebagai manusia yang hidup dijaman sekarang gue sadar dan gak munafik klo semua itu penting, harta, jabatan, pendidikan yaa duniawi lah itu bener penting sob.. tapi mulai sekarang cita2, keinginan, harapan, ambisi atau disebut dengan tujuan hidup itu gue niatkan untuk berbuat dijalan yg benar dan untuk ibadah, insyaallah lah niat dulu aja mudah2n klo niatnya baik, niatnya bener, ada jalan lah.. hehe amiiinn..
kerja keras, semangat, positif, senyum dan terus memperbaiki diri..

Sukses..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Capruk

Selamat sore sodara2 sekalian, Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah s.w.t yang telah memberikan kita semua kesehatan dan kebahagiaan.

Ini ngingetin gue sama masa2 sekolah dul bro,
dulu gue punya genk namanya SQDB kadang2 orang bilangnya Sakedap,banyak julukan lah..
yaa model genk yang banyak konfilik rumah tangganya, kebanyakan sih konflik cinta bancet,,

Sekarang dijaman modernisisasi #vikynisasi  gua sama sohib2 dikampus sekarang punya genk baru broo.,kita mengusung namanya "Genk Capruk"... ini nama udah resmi kita pake buat bikin sejarah..

Gak sekedar nama aja sii, ada logo sama visi misinya juga, #udah kaya bikin ormas**
pake logo segala "piring sama sendok nyilang" kebayang seremnya ga?..
Yaa gue sama si wawan oke oke aja..terima laa, soalnya tema genk kita ini mengusung kesantaian dalam hidup tapi focus sama tujuan, yang penting happy :)

Oh iyee, gue lupa blm introduce personel nih, ada gue sosok penyayang wanita dan yg paling setia sama pasangannya..
Wawan Mulyani yg selalu ada untuk wanita2 yg membutuhkan bantuan, Yudi Setiawan alias iduy juga memiliki karakter dan sikap yg kuat juga lembut yang mampu membuat wanita terhibur.
Dedi Riyanto lelaki bertanggung jawab dan baru saja ditinggal kekasih,
dan yang terakhir Wardi Suwardi Pecinta wanita yang masih terang benderang menghiasi sanubari hati para wanita..
Itu sekilas profil anak2 soleh yang menamai mereka dengan CaPRUUUUkkkkk....
Banyak kisah,duka,senang bahagia yang sudah terjadi,sedang dan akan terjadi yg bakal kita toreh selama 3 tahun ini..

Semoga kita tetap bahagia dan cinta Tanah Air..


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengejar Mimpi Lima

Malam bro, kaki sih udah nyutnyutan, mata udah sepet bgt pengen gigit bantal.., tapi apa daya ini tangan sama hati lagi pengen gerak..hihi
bray ini mulut gue lg susah senyum, walaupun senyum gue ga terlalu manis tapi ini hari kaku bgt tanpa senyum..,
gue ngebayangin kayanya punya ruangan sendiri enak kali yah, buat nulis, buat mikir sama numpahin ide2 baru brilian gue,haha...
bayangan gue sih, seukuran kamar sedeng gitu laa, dilantai atas view didepan meja belajarnya itu tenang, angin sepoy2,langit biru,widiih mantep..,belum ditambah teras depannya ada ayunan gitu.. cakepp,bisa bikin kapal gue.. amiiinnnn*mimpi ^_^

Ceritanya gue lg nyusun strategi gitu bro, nyusun mimpi, nyari passion, dan kerja keras ..
ini ibarat hari2 atau proses dimana gue berpetualang menjalani hidup supaya lebih berwarna, ciamik, berkah, indah dan mimpi2 gue tercapai broo..

Yaa semuanya ga mungkin bisa jadi gitu aja klo cuma duduk manis liat ade gue tidur ngiler kecapean gitu kaya kuli angkut beras, terus mimpi gue tercapai???ga laa.. gue kerja keras laa..
Mikir juga jalan mana nih yg mau gue pilih, cauze life is choice.. hehe

kalo ngomongin mimpi sih kayanya gue ga muluk2 deh, paling gue cuma mau kuliah gue beres, lulus sama IPK gue indah diliat, yaa 4,5 laa minimal..
sekarang gue baru semester 4 nih, baru masuk semingguan gitu deh *masihanget2nya#.., IP Semester 3 juga belum keluar, mudah2n better than yg kemaren..
Sedikit kerja keras gue belajar, menikmati proses laa, terus masuk, bisa dibilang rajin dan disiplin..haha
Cuma itu yg bisa gue usahain buat Kuliah lulus dan IPK indah,,yg penting usaha dulu broo...

Nah,gue jg masih ada nih mimpi laen bukan cuma kuliah aja yg gue urusin broo,..
Gue pengen Buangeet jadi MC Profesional, idiihh..
Mantep kali yah gue nangtung didepan banyak orang sambil cuap2 cerdas ganteng gitu..hahaha
gue jg lagi rajin2nya beli2 buku panduan gitu #panduansoalt, ya panduan Public Speaking laa... nah lahan latihannya itu gue ngemeng2 dikantor tempat gue gawe,,yaa moderator2 amatir dulu laa... mulai dari ngerayu cewe2 dikantor, yg lagi nyapu gue ceramahin gitu, lg nongkrong ditoilet gue intip...wkwk..becandarabroo..
yaa banyak sih yg gue lakuin buat mimpi gue yg satu ini..yg pasti gue terus belajar ngomong didepan kali aja bisa bener gue punya acara sendiri gt, kaya di TV gitu.. Amiiinn...
Nah yg gue bingung kenapa kalo gue bawain acara #jjiah gaya ; bawa acara" .., jadi kaya Pelawak ya, haduuuhhh... gpp lah yg penting berani ngomong dulu, bener ga broo..

Sebenernya masih banyak nih mimpi yg belum tertuang, berhubung udah larut malem, gue harus beres2 dulu buat besok kuli nih, see u next time broo..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hati dibulan oktober

udah lama nih ga nyoret2 blog tercintah..hehe
pagi hari seperti biasa yaa skitar jam 7n laa..sambil ditemani suara merdunya raisa sama air putih polos :D
masa2 liburan Uas smester 3 ini gua abisin sama kerjaan yg makin yahudd aja sii..
oh iyee weekend kemaren gue abis ke suatu tempat yg aduhay mantepnya broo..
biasa orang asing bialng sii "curug" hihihi.. tp gue ga nggeh curug apa namanya..
biasa lah namanya maen di aer ngapain sih, mandi2 aja paling serunya karna bareng2 aja sama si wawan #sohibdikampustercinta sama sikinong(cewecantik) dan teman2nya..
oh iya satu lg bos gue juga baru resign dibulan sekarang,semoga sukses buat hyong chun-chun.. god bless u..
hhm..kalo gua ngomong kayanya ga beraturan deh, gue juga bingung mau ngemeng apa yg pasti yg ada diotak aja kali yah..
ibaratnya kalo kata anak alay jaman skrg itu gue lagi galaw..galaw kenapa??hayo syp yg mau tau?haha #gasepeserpunygmautau..
banyak godan nih dalam percintaan gue,wiidiihhh...so laku bgt :D
yaa sebagai pria normal yg ga terlalu keren dan biasa aja..BUANYAK bgt yg dateng kehati gue yaa skitar 1 orang..
ibaratnya skrg itu gue lagi tarik nafas terus mikir mau ngapain..lanjut atau stop.. lanjut apa stop apa gue jg ga ngerti,,intinya gue lagi dipersimpangan jalan.. kedengarannya nya sih so iye..tp ya gitu kondisinya..
tapi lg,gue ga mau jatuh kelubang yg sama..tp gimana caranya ga jaatuh kalo lubangnya indah..hadooohhhh... wow...
segitu aja dulu kali yah..mau gawe gue..

Oct 01'2013

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS